- Failed to load tweets.
Ibra sudah tajam kembali
Maka wajar jika Ibra dinilai mulai kehilangan ketajamannya di depan gawang seiring menuanya umur dan kedatangan Cavani.
Zlatan Ibrahimovic
AWAL musim ini Zlatan Ibrahimovic sempat dikritik karena tak kunjung
ada gol darinya. Tapi kini 'Ibrakadabra' sudah tajam lagi dan Paris St
Germain pun ketiban untungnya.
Saat Ligue 1 berjalan sekitar 1-2 bulan lalu, Ibra seperti kesulitan mencetak gol di saat nama-nama penyerang mahal seperti Edinson Cavani dan Radamel Falcao sudah melakukannya.
Maka wajar jika Ibra dinilai mulai kehilangan ketajamannya di depan gawang seiring menuanya umur dan kedatangan Cavani. Apalagi pemain asal Swedia itu adalah topskorer Liga Prancis musim lalu dan juga pemain terbaik liga.
Tapi Ibra tak mau dirnya dianggap sudah "habis" dan ia pun membuktikan bahwa kemampuannya mencetak gol belum lah pudar dan sepanjang bulan Oktober ini, Ibra bak "singa kelaparan" di depan gawang lawan.
Berturut-turut gawang Benfica, Marseille, Bastia, dan terakhir Anderlecht jadi sasaran "amuk" penyerang 32 tahun itu. Total sembilan gol sudah dibuatnya dari empat pertandingan saja.
Padahal dalam rentang Agustus hingga September lalu, ia cuma rajin bikin assist sebanyak tiga kali dan cuma bikin dua gol ke gawang Guingamp dan AS Monaco.
Total sudah 11 gol dibuat Ibra dari 13 penampilan di seluruh kompetisi. Ia rata-rata melepaskan 4,8 shots per laga. Di Liga Champions sendiri Ibra sudah bikin enam gol (termasuk quat-trick ke gawang Anderlecht) dan di liga sudah ada lima, selisih satu dengan Cavani dan dua dengan Falcao sebagai topskorer sementara.
Malam tadi juga Ibra bikin "heboh" sepakbola Eropa dengan satu gol cantiknya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang menjebol jala Anderlecht.
Seiring dengan mulai tajamnya Ibra, PSG pun perlahan sudah menanjak pasca start lambat di awal musim. Dalam 10 pertandingan terakhirnya di seluruh kompetisi, Les Parisien cuma sekali kehilangan angka saat diimbangi AS Monaco 1-1.
Saat ini PSG memuncaki klasemen Liga Prancis dengan 24 poin, unggul dua angka dari Monaco di posisi kedua.
"Tim ini semakin membaik. Untuk saat ini kami tinggal menikmatinya dan berharap bisa terus seperti ini. Standing ovation? Ini gila, benar-benar bikin aku merinding! Ini merupakan sebuah kehormatan bagiku. Aku ingin berterima kasih kepada fans," ujar Ibra yang jadi pemain Swedia ketiga yang mencetak quat-trick di laga kompetisi antarklub Eropa setelah Tore Cervin dan Ove Ohlsson.
Jika Ibra sudah tajam begini, patut disimak bagaimana duetnya dengan Cavani ke depannya serta persaingan antara Ibra, Cavani, dan tentunya Falcao di daftar pencetak gol.
Saat Ligue 1 berjalan sekitar 1-2 bulan lalu, Ibra seperti kesulitan mencetak gol di saat nama-nama penyerang mahal seperti Edinson Cavani dan Radamel Falcao sudah melakukannya.
Maka wajar jika Ibra dinilai mulai kehilangan ketajamannya di depan gawang seiring menuanya umur dan kedatangan Cavani. Apalagi pemain asal Swedia itu adalah topskorer Liga Prancis musim lalu dan juga pemain terbaik liga.
Tapi Ibra tak mau dirnya dianggap sudah "habis" dan ia pun membuktikan bahwa kemampuannya mencetak gol belum lah pudar dan sepanjang bulan Oktober ini, Ibra bak "singa kelaparan" di depan gawang lawan.
Berturut-turut gawang Benfica, Marseille, Bastia, dan terakhir Anderlecht jadi sasaran "amuk" penyerang 32 tahun itu. Total sembilan gol sudah dibuatnya dari empat pertandingan saja.
Padahal dalam rentang Agustus hingga September lalu, ia cuma rajin bikin assist sebanyak tiga kali dan cuma bikin dua gol ke gawang Guingamp dan AS Monaco.
Total sudah 11 gol dibuat Ibra dari 13 penampilan di seluruh kompetisi. Ia rata-rata melepaskan 4,8 shots per laga. Di Liga Champions sendiri Ibra sudah bikin enam gol (termasuk quat-trick ke gawang Anderlecht) dan di liga sudah ada lima, selisih satu dengan Cavani dan dua dengan Falcao sebagai topskorer sementara.
Malam tadi juga Ibra bikin "heboh" sepakbola Eropa dengan satu gol cantiknya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang menjebol jala Anderlecht.
Seiring dengan mulai tajamnya Ibra, PSG pun perlahan sudah menanjak pasca start lambat di awal musim. Dalam 10 pertandingan terakhirnya di seluruh kompetisi, Les Parisien cuma sekali kehilangan angka saat diimbangi AS Monaco 1-1.
Saat ini PSG memuncaki klasemen Liga Prancis dengan 24 poin, unggul dua angka dari Monaco di posisi kedua.
"Tim ini semakin membaik. Untuk saat ini kami tinggal menikmatinya dan berharap bisa terus seperti ini. Standing ovation? Ini gila, benar-benar bikin aku merinding! Ini merupakan sebuah kehormatan bagiku. Aku ingin berterima kasih kepada fans," ujar Ibra yang jadi pemain Swedia ketiga yang mencetak quat-trick di laga kompetisi antarklub Eropa setelah Tore Cervin dan Ove Ohlsson.
Jika Ibra sudah tajam begini, patut disimak bagaimana duetnya dengan Cavani ke depannya serta persaingan antara Ibra, Cavani, dan tentunya Falcao di daftar pencetak gol.
Berlaga di Stade Constant Vanden Stock, Kamis (24/10/2013) dinihari WIB, PSG meraih kemenangan telak 5-0 atas Anderlecht. Ibra jadi bintang dalam laga tersebut dengan empat gol yang dia lesakkan, sementara satu lainnya datang dari rekannya di lini depan, Edinson Cavani.
Kemenangan ini membuat PSG mencatatkan rekor 100% kemenangan dari tiga laga yang sudah dilalui, dan memastikan mereka bertahan di puncak klasemen Grup C. Khusus untuk Ibra, dia menjadi pemain ke-10 yang mencetak empat gol dalam satu pertandingan sejak era Liga Champions dimuali tahun 1992 lalu.
Pemain terakhir yang membuat quat-trick alias empat gol adalah Robert Lewandowski, saat dia memberi Borussia Dortmund kemenangan 4-1 atas Real Madrid di leg pertama babak semifinal musim lalu. Nama lain dengan torehan serupa di antaranya adalah Lionel Messi, Mario Gomez, Andriy Shevchenko, Ruud van Nistelrooy hingga Marco van Basten.
Catatan hebat lain yang dibuat Ibra dalam laga tersebut terkait tiga gol pertama yang dia buat. Dia tiga kali menjebol gawang Anderlecht hanya dalam waktu 20 menit (16, 22 dan 36).
Oktober 2013 ini juga menjadi bulan subur buat striker asal Swedia itu. Dalam lima pertandingan terakhir (total di kurun 21 hari) dia sudah mencetak 10 gol.
Rentetan itu dimulai dengan dua golnya ke gawang Benfica di ajang Liga Champions. Dia kemudian mencetak satu gol ke gawang Marseille (Liga Prancis) dan satu gol lagi ke gawang Austria (Kualifikasi Piala Dunia 2013). Sementara pada akhir pekan kemarin, eks AC Milan itu dua kali menjebol gawang Bastia (Liga Prancis).
Empat gol dalam satu pertandingan (sejak era Liga Champions)
- Marco van Basten (Milan), 4–0 vs IFK Goteborg (fase grup 1992–93)
- Simone Inzaghi (Lazio), 5–1 vs Olympique de Marseille (fase grup kedua 1999–2000)
- Dado Prso (Monaco), 8–3 vs Deportivo La Coruna (fase grup 2003–04)
- Ruud van Nistelrooy (Manchester United), 4–1 vs Sparta Prague (fase grup 2004–05)
- Andriy Shevchenko (Milan), 4–0 vs Fenerbahe (fase grup 2005–06)
- Lionel Messi (Barcelona), 4–1 vs Arsenal perempatfinal (2009–10)
- Baftimbi Gomis (Lyon), 7–1 vs Dinamo Zagreb (fase grup 2011–12)
- Mario Gmez (Bayern Munich), 7–0 vs Basel (16 besar 2011–12)
- Robert Lewandowski (Borussia Dortmund) 4–1 vs Real Madrid, (semi final 2012–13)
- Zlatan Ibrahimovic (PSG) 5-0 vs Anderlecht (fase grup 2013-14)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar