Selasa, 24 September 2013

Titik Tertinggi Di Bumi Yang Terdekat Dengan Bulan

Bila dilihat dari angkasa, atau dari Bulan. Ternyata Gunung Everest bukan menjadi titik tertinggi di dunia. Chimborazo di Ecuador jawabannya. Seperti kita tahu, Gunung Everest di Himalaya dengan ketinggian 8.818 meter di atas permukaan laut ( mdpl ) merupakan puncak tertinggi yang ada di Bumi. Namun, bila kita melihatnya dari angkasa, predikat gunung tertinggi tersebut jadi berubah arah.


www.belantaraindonesia.org

Masalahnya begini, Bumi ternyata tak sepenuhnya bulat. Kaum Matematikawan menyebut fenomena ini oblate spheroid, yang kira - kira berarti gelembung di seputar Khatulistiwa. Karena pepatan berat di kutub, Bumi menjadi mirip bola yang ditekan dua sisi. Jadi orang - orang yang tinggal di garis Khatulistiwa, sebenarnya sudah berdiri lebih “tinggi”, daripada pulau lain. Ini berarti pula, lebih dekat ke angkasa, daripada orang - orang yang tidak tinggal di dekat gelembung Khatulistiwa.

Negara - negara seperti Ekuador, Kenya, dan Indonesia terbilang paling mendekati Bulan dengan teori ini. Kalau dihitung, orang - orang di Khatulistiwa berada lebih dekat 13 mil ke angkasa, daripada orang - orang yang tinggal di kutub utara atau selatan.

Lalu kalau begitu, puncak tertinggi di mana yang paling dekat dengan angkasa di garis Khatulistiwa tersebut. Paling tidak ada tiga gunung tinggi di wilayah ini. Gunung Kenya di Kenya, Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan deretan gunung salju di Andes. Nah, kalau kita mendaki salah satu gunung itu saja, berarti kita berada lebih dekat ke angkasa dan Bulan, ketimbang mendaki Everest.

Joseph Senne, seorang insinyur yang juga surveyor, pernah mengkalkulasi berapa jauh sisa jarak dari deretan gunung Khatulistiwa tersebut ke angkasa, khususnya Bulan. Joseph dalam melakukan analisa tersebut, kemudian juga dibantu Neil deGresse Tyson, pengarang buku ilmu pengetahuan. Beberapa karyanya banyak mengupas mengenai sains dan kosmos. Buku - bukunya yang terkenal adalah Death by Black Hole, dan Other Cosmic Quandaries.

Sebetulnya hal ini sudah menjadi pengetahuan umum pada masa abad 18. Ketika Everest masih belum diketahui surveyor Britania, Chimborazo dianggap gunung tertinggi. Dan ketika telah ditemukan pun kenyataan cembungnya bagian Khatulistiwa telah dikemukan oleh geograf terkemuka Jerman abad 18, von Humboldt.

Ketika kami selesai menghitung,” lanjut Joseph, “Kami pikir kami telah menemukan sebuah titik baru di dunia yang terdekat ke bulan dan angkasa luar,” tuturnya, kepada Robert Krulwich, reporter radio nasional publik ( NPR )-AS
.
Jawabannya adalah gunung Chimborazo di Ecuador. Gunung Chimborazo merupakan gunung di dataran tinggi Andes. Yang menurut ukuran Joseph, ternyata memiliki tinggi 1,5 mil lebih dekat ke angkasa dibandingkan Everest.

Namun tetap saja, kalau melihat titik tertinggi dari patokan garis laut, Everest tetap menjadi rajanya. Namun bila kita berdiri di Bulan, dan mencari titik terdekat yang ada diBumi. Puncak Chimborazo, jawabannya.( SH )

Biarkan Edelweis Nyaman Di Rumahnya!

Biarkan Edelweis nyaman di rumahnya, di puncak - puncak gunung, di dataran tinggi di bumi. Disanalah dia nyaman dan merasa terlindungi dari gangguan para perusaknya, termasuk yang utama, kita manusia pendaki gunung! Cintai dan kagumi Edelweis kala dia bergoyang tertiup angin gunung, kala dia diam dalam temaram senja. Sambutlah sapaan Edelweis kala kita berada di ketinggian. Rasakan cintanya kepada kita pemujanya.



Divisi Konservasi Alam dan Para Sherpa Belantara Indonesia menghimbau kepada segenap pendaki gunung dan penggiat alam terbuka yang mengatasnamakan Pecinta Alam, berbuatlah layak dengan menyandang nama pecinta alam, jadilah pecinta alam yang berkepribadian luhur dan berwibawa. Cintai alam ini, biarkan Edelweis nyaman di rumahnya!

Pendakian Solo, Sebuah Keberanian?

Keberanian adalah bukannya ketiadaan rasa takut, tetapi ketahanan menghadapi rasa takut. Ya, hal tersebut dalam dunia pendakian di kenal dalam ruang lingkup para penempuh pendakian solo atau pendakian yang dilakukan seorang diri dan peralatan sendiri. Pendakian solo, sebuah keberanian?.


www.belantaraindonesia.org

Mencapai puncak gunung manapun dianggap kurang penting dibanding dengan cara seseorang mencapainya, seorang pendaki akan merasa bangga jika berhasil melewati rute yang paling. Tidak ada pendaki yang lebih dikagumi selain pendaki solo yaitu pemimpi yang mendaki sendirian” – Jon Krakauer; In To Thin Air-

Selain sebagai penulis kisah - kisah petualangan, Jon Krakauer adalah seorang pendaki gunung yang cukup ternama. Dia dikenal sebagai pendaki yang sering melakukan petualangan sendirian, diantaranya ketika mendaki menuju Puncak Devils Thumbs di Alaska. Dipaksa menghabiskan waktu berhari - hari seorang diri di tempat yang jauh dari peradaban.

Pada tahun 1980 seorang pendaki Italia bernama Reinhold Messner menggemparkan dunia pendakian dan petualangan, ketika mencapai Puncak Everest tanpa menggunakan tabung oksigen, sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil dilakukan. Hebatnya lagi Messner melakukannya sendiri tanpa bantuan siapapun. Sampai sekarang Reinhold Messner dianggap sebagai pendaki gunung terhebat.

Seorang pemandu gunung juga penulis buku ” Everest In Your Live” yaitu Gary P Scott juga sering melakukan pendakian solo. Salah satunya menciptakan rekor dunia pendakian tercepat di Gunung Mc Kinley, Alaska dalam waktu 18 jam. Rekor yang belum mampu dipecahkan oleh siapapun.

Banyak yang beranggapan bahwa orang - orang yang melakukan pendakian solo adalah mereka yang mempunyai tingkat keberanian super atau tidak punya rasa takut sama sekali. Padahal tidaklah demikian, dalam kisah pendakiannya Messner, Krakauer maupun Gary juga selalu dihantui perasaan takut. Hanya ketahanan dalam menghadapi siksaan rasa takutlah yang membuat mereka mampu melakukannya.

Sekali lagi, keberanian adalah bukannya ketiadaan rasa takut, tetapi ketahanan menghadapi rasa takut.

Kisah Seorang Porter Gunung Rinjani

Kisah Seorang Porter Gunung Rinjani ini yang terkenal dengan kekuatannya, kesigapannya, dan keramahannya di seantero pendaki. Tidak seperti pendaki kebanyakan, dia tidak memakai tas carrier besar. Tetapi beban yang dibawa hampir tiga kali lipat pendaki normal!


www.belantaraindonesia.org

Di usianya yang tak lagi muda, matanya masih sigap dari kejauhan mengawasi kelengkapan pendaki yang ia jaga. Urat urat muncul di kakinya yang berotot, kulitnya legam terbakar Matahari, kekuatannya dan kecepatannya yang luar biasa membuat malu pendaki pendaki muda yang terlalu bangga akan persinggahannya di tanah Dewi Anjani - termasuk saya sendiri.

Dengan segala perlengkapan berat dan logistik, ia selalu berlari di depan. Bukan karena ia tidak cukup sabar menunggu klien - nya yang berjalan lambat, tetapi ia ingin memastikan saat pendaki yang ia jaga sampai di pos, tenda sudah berdiri beserta makanan dan minuman hangat sudah siap tersaji.

www.belantaraindonesia.org

Beralas sandal jepit, dengan gagahnya ia melaju bak tank perang. Hanya sebuah sarung yang melindunginya dari dinginnya cuaca pegunungan. Tak ayal, tenda yang ia gunakan hanyalah sebuah ‘bivak’ dengan terpal dan bambu.

Luar biasa, dengan segala beban itu ia tetap tersenyum. Menyapa setiap pendaki yang ia temui. Merekalah yang membuat keindahan Rinjani menjadi lebih berwarna.

Di padang savana yang luas, terlihat beberapa porter yang sedang membawa pikulannya. Masih dengan langkah tegap seperti tentara. "Mudah - mudahan lain waktu saya punya rezeki untuk kembali ke Rinjani dan mendaki bersama kalian," bisik saya perlahan

Penakluk Puncak Gunung

Penakluk puncak gunung adalah sebutan bagi seseorang pendaki gunung yang berhasil mencapai puncak. Itu yang selama ini sering menjadi penyebutan atau gelar tak resmi atas jerih payahnya mendaki dan menyusuri gunung. Bangga dan merasa terhormat jika disebut sebagai sang penakluk puncak tinggi di gunung. Kemudian yang menjadi pertanyaan, apa yang telah ditaklukkan? Bila jawabannya puncak gunung, benarkah puncak tersebut takluk? Apa tanda takluknya?

Sering kita membaca berita, seorang pendaki berhasil menaklukkan puncak Semeru dan gunung - gunung lainnya. Penyebutan menaklukkan cenderung menjadi sebuah gelar yang beraroma sombong dan merasa bisa karena dia.


Sumber gambar dari Google

Yang ada kitalah yang takluk oleh keindahan dan kemegahan alam. Bukankah kita kemudian bersusah payah jiwa dan raga mendaki dan mencapai puncak gunung berarti kita sendiri yang ditaklukkan oleh gunung tersebut? Hingga kita mau mendatanginya walaupun lelah dan menyita waktu. Mengapa saat kita mencapai puncak kita dikatakan berhasil menaklukkan puncak gunung?

Jadilah pendaki gunung yang bersahaja, karena kita bukanlah yang terkuat di alam ini. Pendaki gunung bukanlah penakluk alam gunung dan puncaknya. Puaslah hingga puncak, tanpa arogan kemudian. Cukuplah dengan menjadi pendaki yang telah mencapai puncak dengan selamat.

Alam dan gunung tidak membutuhkan penakluknya, kecuali Sang Maha Penakluk, yakni Tuhan. Alam dan gunung membutuhkan pengagumnya dan pencintanya. Tidak ada satupun pendaki gunung di dunia ini yang berhasil menjadi penakluk puncak gunung. Yang ada adalah pencapai puncak dan pecinta alam yang bersahaja dan juga tulus. Pendakian gunung adalah hobby sehat dan olahraga yang hebat.

Rafting Berpadu Seni Di Sungai Ayung Bali

Rafting di sungai sambil melihat pemandangan alam sekitar bisa ditemui di sungai mana saja. Tapi rafting sambil melihat pahatan seni di batu tepian sungai, cuma di Sungai Ayung, Bali tempatnya. Sungai Ayung di Bali melewati 5 kabupaten dan merupakan tempat yang tepat untuk wisata alam salah satunya dengan rafting. Di sungai inilah Anda akan bertemu ragam tumbuhan nan hijau dan beberapa hewan liar seperti burung yang melintas di atas kepala.


www.belantaraindonesia.org

Satu yang membuat sungai ini berbeda dengan yang lainnya adalah kehadiran pahatan cerita Ramayana di batuan alam tepi sungai. Pahatan sepanjang 200 meter ini dibuat oleh para seniman Bali. Serunya, para rafter tidak cuma bisa melihat, tapi juga bisa berfoto dengan latar belakang pahatan tersebut.

Para rafter bisa menikmati pemandangan sedikit lama di kawasan batu yang dipahat karena para guidenya memberikan waktu untuk menikmati suasana. Perahu akan menepi, bahkan peserta bisa turun sebentar dari perahu dan berfoto dengan latar belakang bebatuan tersebut.

www.belantaraindonesia.org

Rafting sepanjang 12 km ini menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 2,5 jam. Tergantung lamanya istirahat atau waktu berfoto di beberapa titik. Selain batu yang dipahat, sungai ini juga memiliki air terjun.

Yang paling seru adalah saat guidenya mengarahkan perahu ke air terjun sehingga para rafter seperti kehujanan. Setelah puas bermain air, Anda pun bisa berpose di bawah air terjun. Jepret! Foto keren pun jadi oleh - oleh buat teman atau keluarga saat Anda rafting di Sungai Ayung. src

Inilah 5 Sungai Terbersih Di Dunia

Sungai adalah merupakan aliran air alami, yang bertujuan untuk memberi kehidupan bagi seluruh mahluk hidup di Bumi. Oleh karena itu, untuk memperoleh manfaat dari sungai, kita memerlukan sungai yang bersih. Tetapi dimanakah kita bisa menemukan sungai bersih? Hal yang langka tetapi ada seperti di bawah ini.

1. Sungai Thames di Inggris
Sungai Thames adalah sungai terbersih di dunia yang mengalir melalui sebuah kota besar. Ini adalah prestasi besar mengingat 50 tahun yang lalu sungai itu begitu tercemar yang dinyatakan mati secara biologis. Dari tahun 1830 - 1860 puluhan ribu orang meninggal karena kolera akibat polusi di Sungai Thames.


www.belantaraindonesia.org

Limbah ini dibuang langsung ke Sungai Thames. Diputuskan bahwa 'tanaman Pengobatan' harus dibangun untuk membersihkan air dari Thames sebelum dipompa ke rumah. Tanaman pengobatan juga dibersihkan dari air kotor setiap rumah sebelum kembali ke Sungai Thames. Tidak hanya kesehatan masyarakat yang membaik, tetapi juga air di Sungai Thames menjadi lebih bersih.

Pada tahun 1960 undang - undang baru dibuat untuk menghentikan pabrik membiarkan air kotor / limbah mereka pergi ke sungai. Saat ini lebih dari setengah dari lumpur limbah London dijual dalam bentuk pelet sebagai pupuk untuk pertanian.

2. Sungai Tara di Bosnia Herzegovina
Sungai Tara terkenal akan kebersihan airnya. Tara adalah sungai yang terletak di Montenegro, Bosnia dan Herzegovina. Sungai ini muncul dari pertemuan dua sungai yaitu Sungai Opasnica dan Veruša di Gunung Prokletije, bagian dari Pegunungan Alpen Montenegro.

www.belantaraindonesia.org

Sungai ini panjangnya 144 km, yang berada 110 km di Montenegro, sementara 34 km sisanya adalah Bosnia dan Herzegovia, dan membentuk pertbatasan antara kedua negara di beberapa tempat. Sungai Tara mengalir dari selatan ke utara, lalu utara ke barat dan menyatu dengan Piva di Bosnia dan Herzegovina dan Montenegro perbatasan antara desa Šćepan Polje ( Montenegro ) dan Hum ( Bosnia dan Herzegovina ) untuk membentuk sungai Drina.

3. Sungai St. Croix di Amerika Serikat
The St Croix River adalah anak sungai dari Sungai Mississippi, panjangnya sekitar 164 mil atau 264 km, Sungai ini terletak di negara bagian AS bagian Wisconsin dan Minnesota.Di jarak 125 mil kebawah( 201 km ) sungai ini terbentuk perbatasan antara Wisconsin dan Minnesota.

www.belantaraindonesia.org

Sungai ini adalah Riverway Scenic Nasional di bawah perlindungan National Park Service. Sebuah pembangkit listrik tenaga air di St Croix Falls memasok listrik ke Minneapolis-St. Paulus metropolitan area. The St Croix Sungai terbit di sudut barat laut Wisconsin, dari Hulu St Danau di Douglas County, dekat Solon Springs, sekitar 20 mil ( 32 km ) selatan Danau Superior.

Mengalir ke selatan untuk Gordon, kemudian barat daya. Dan bergabung dengan Sungai Namekagon di utara Burnett County, di mana ia menjadi lebih luas secara signifikan. Beberapa kilometer di hilir Croix St memenuhi perbatasan antara Minnesota dan Wisconsin, yang membatasi sekitar 130 mil ( 210 km ) sampai pertemuan dengan Sungai Mississippi.

4. Sungai Torne di Swedia dan Finlandia
Sungai Torne terletak di bagian utara Swedia dan Finlandia. Sekitar setengah dari sungai ini merupakan bagian dari perbatasan antara kedua negara. Sungai ini dialiri oleh Danau Torne dekat perbatasan dengan Norwegia dan mengalir umumnya ke arah tenggara untuk jarak 522 kilometer ( 324 mil ) ke Teluk Bothnia.

www.belantaraindonesia.org

Sungai ini merupakan sungai terbesar di Norrbotten ( Swedia Utara ) baik panjangnya sungai maupun wilayah aliran sungai dan juga salah satu sungai terbersih di dunia. Sumber dari Sungai Torne yaitu Danau Torne dekat perbatasan dengan Norwegia.Sungai Torne mengalir tanpa hambatan oleh konsentrasi kegiatan penduduk manusia sampai desa Kurravaara, sekitar 12 kilometer ( 7 mil ) timur laut dari Kiruna.

5. Sungai Li di China
Sungai Li berasal dari Pegunungan Mao'er di Xing'an County dan mengalir ke arah selatan melalui Guilin, Yangshuo dan Pingle. Ketika di Pingle Sungai Li menyatu dengan dua aliran lain, dan terus menuju selatan Sungai Gui, yang jatuh ke dalam Jiang Xi, anak sungai barat yaitu Sungai Pearl, di Wuzhou.

www.belantaraindonesia.org

Pada 437 kilometer dari Sungai Li dan sungai Gui diapit oleh perbukitan hijau nan indah. Pemancing Cormorant sering dikaitkan dengan Lijiang. Topografi bukit karst yang tidak biasa telah sering dibandingkan dengan yang di Teluk Halong, Vietnam.

Pendakian Gunung Dari Masa Ke Masa

Pendakian gunung, kegiatan yang banyak disukai dari berbagai kalangan sehingga banyak bermunculan nama - nama dan panji - panji yang di Indonesia kebanyakan berlabel Pecinta Alam. Kegiatan pendakian gunung telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan menurut kisah pewayangan, Mahabarata, mendaki gunung telah dilakukan.


www.belantaraindonesia.org

Pandawa Lima yang terdiri dari Sadewa, Nakula, Arjuna, Bima dan Yudhisthira, beserta istri mereka Draupadi, mendaki gunung Mahameru untuk mencapai puncaknya.

Dalam sejarah dunia, pendakian gunung tertinggi pertama kalinya terjadi dengan pencapaian puncak Everest oleh Sir Edmund Hillary, pendaki gunung asal New Zealand dan Tenzing Norgay, seorang sherpa [ Pemandu atau porter di pegunungan Himalaya berasal dari bangsa Tibet ] asal Tibet pada tahun 1953.

Keinginan manusia untuk mendaki gunung sebelumnya sudah muncul pada abad 19, ketika orang - orang Swiss ( The Alps ) mulai mendaki gunung - gunung untuk mencapai puncaknya, dan Edward Whymper, seorang berkebangsaan Inggris, adalah orang yang pertama berhasil mencapai puncak gunung Matterhorn pada tahun 1865.

Sejak saat itu, banyak ekspedisi - ekspedisi untuk mencapai puncak - puncak gunung di dunia. Klub pendakian gunung Alpine Club dari Inggris telah melakukan lebih dari 600 ekspedisi semenjak Alpine Club didirikan pada tahun 1857.

Tercatat dalam Russian Mountaineering Federation, bahwa telah dilakukan 48 ekspedisi untuk mencapai puncak - puncak Himalaya pada tahun 1994 - 1998. Di Indonesia sendiri tercatat 145.151 orang yang mendaki gunung Gede Pangrango, Jawa Barat pada tahun 1996 - 2000.

Dijelaskan pula dalam Diktat Sekolah Manajemen Ekspedisi Wanadri 2000 bahwa hampir semua perguruan tinggi atau SLTA mempunyai kelompok - kelompok penggiat alam terbuka. Secara perorangan maupun berkelompok mereka mengembangkan segi petualangan, segi ilmu pengetahuan, segi olahraga, segi rekreasi dan segi wisata.

Perkembangan ini dilakukan secara luas baik hanya mencakup satu segi saja ataupun secara berkaitan ( misalnya mendaki gunung untuk melakukan petualangan saja, olahraga saja, atau untuk olahraga, rekreasi dan wisata ) yang mengembangkan segi ilmu pengetahuan dan segi petualangan.

Yang Menyebabkan Kematian Para Pendaki Gunung

Mendaki gunung merupakan suatu kegiatan positif yang sangat berarti bagi peminatnya. Keindahan dan kepuasan batin jelaslah sulit di bayangkan, hanya bagi yang telah mendaki dengan susah payah sampai di puncak lah yang bisa menemukan segala rasa itu. Dan mendaki gunung juga kegiatan adventure yang relatif mudah di lakukan, tak seperti penyusuran gua atau arung jeram yang butuh perlakuan dan alat khusus.

Tetapi walau demikan diperlukan tingkat kewaspadaan dan hati-hati, gunung yang banyak menghampar keindahan dan panorama bagus, juga menyimpan bahaya bagi pendaki yang kurang bisa menjaga diri dari alam. Banyak faktor yang membuat pendaki gunung gagal mempertahankan diri serta nyawa saat berada di alam gunung.



Faktor - faktor tadi sebagai berikut antara lain:

1. Fisik Dan Mental
Ketidaksiapan fisik dan mental menjadi faktor yang cukup tinggi sebagai penyebab kematian para pendaki gunung. Fisik dan mental yang lemah jelas-jelas menjadi mangsa empuk alam gunung yang liar. Apalagi jika mendaki gunung yang ketinggiannya lebih dari 4000 meter dimana oksigen begitu tipisnya. Meski sekarang ada alat bantu oksigen tetapi jika fisik lemah, alat bantu itu hampir seperti tak ada artinya. Mental pun demikian. Orang - orang yang mendaki gunung diharuskan memiliki mental pantang menyerah, bersikap tenang dan tidak mudah panik. Ingat, alam liar pegunungan tidak pernah menoleransi kekurangan - kekurangan itu. Maka persiapkan fisik dan mental anda sebaik mungkin.

2. Kurang Pengetahuan
Pengetahuan tentang gunung yang akan didaki adalah mutlak. Banyak pendaki remaja atau pemula yang tewas di gunung karena minimnya pengetahuan. Pengetahuan ini meliputi banyak hal, seperti pengetahun tentang tinggi gunung, karakteristik cuaca, pengetahuan tentang flora dan fauna yang biasa hidup di pegunungan, pengetahuan tentang tempat - tempat berbahaya di atas gunung hingga pengetahuan tentang tindak penyelamatan.

3. Cuaca Buruk
Cuaca diatas pegunungan sangat sulit ditebak, bahkan terkadang meski saat itu musim kemarau bisa saja di atas gunung turun hujan lebat. Cuaca buruk memang tidak menjadi penyebab langsung kematian, tetapi efek yang ditimbulkannya kerap menjadi penghalang pendakian. Seperti jalan menjadi becek dan licin atau udara begitu menjadi begitu dingin.

4. Tersesat
Banyak juga pendaki gunung yang mengalami tersesat. Ini bisa saja terjadi karena mungkin mereka terpisah dari rombongan, mencoba jalur baru atau bahkan disebabkan oleh kesalahan sepele, tidak membawa kompas. Saat orang mengalami tersesat dimana biasanya mereka selalu berputar - putar ke tempat yang sama, mereka akan mengalami disorientasi, bingung, kalut tanpa persediaan makanan yang cukup. Saat itulah maut mengintip.  Maka tingkatkan kewaspadaan dan lebih berhati - hati serta hilangkan sifat meremehkan alam gunung, walau dengan alasan kita sering mendaki suatu gunung, tetapi tiap saat alam bisa berubah drastis, tanpa bisa kita prediksi. Selamat mendaki, sahabat...

Akomodasi Saat Pendakian Ke Rinjani

Akomodasi apa saat Anda melakukan pendakian Rinjani? Yang pasti dan tersedia adalah alam pegunungan liar yang beratapkan langit sebagai satu - satunya akomodasi yang gratis di sana saat melakukan pendakian. Oleh karena itu itu apabila Anda hendak menuju kesana, Anda perlu mempersiapkan diri dengan membawa sejumlah alat dan perangkat yang mungkin Anda butuhkan.


www.belantaraindonesia.org

Sumber atau pusat akomodasi yang Anda butuhkan selama melakukan pendakian dan bermalam di sekitar Danau Segara Anak dapat dengan mudah Anda temukan di Desa Senaru atau Sembalun.
Di kedua desa tersebut, Anda juga dapat menemukan jasa guide, porter, dan penyewaan alat - alat pendukung pendakian. Beberapa barang yang dibutuhkan adalah sleeping bag, tenda, alat pancing dan umpan, alat masak, makanan dan minuman sebagai bekal, obat - obatan, dan tentunya barang - barang pribadi Anda yang lainnya. Sleeping bag dan tenda adalah penting dan utama karena Anda akan bermalam di pegunungan atau di sekitar Danau Segara Anak.
Informasi lebih lanjut mengenai jasa guide dapat diperoleh  dari  petugas Taman Nasional di pos jaga Sembalun atau Koperasi Wisata Rinjani Information Center ( RIC ) di pintu masuk Sembalun. Di Senaru juga banyak ditemui akomodasi berupa hotel atau homestay serta jasa guide dan lainnya.  
Pusat Pendakian Terpadu ( Rinjani Trek Centre ) yang dikelola oleh di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bekerjasama dengan New Zealand Asistance International Development dapat menjadi sumber informasi lengkap sebelum mendaki.
Terdapat juga agen - agen wisata pendakian. Apabila Anda tak ingin menggunakan jasa agen tersebut, adalah lebih baik apabila pendakian ditemani oleh guide. Biasanya, guide juga berperan ganda sebagai porter dan tukang masak yang dapat diandalkan.

Bermacam Gaya Pendaki Gunung

Bermacam gaya pendaki gunung terutama di Indonesia tentu memang syah dan beragam, tergantung dari sifat dan watak secara pribadi. Tetapi, yang paling utama adalah pandai menyeimbangkan dengan alam yang di kunjungi dan juga pintar menyeimbangkan dengan sesama pendaki gunung yang bisa ditemui sepanjang lereng yang di daki. Mungkin anda salah satu yang menganut dari sekian gaya ini? Jujurlah, jika ada yang dirasa kurang, bisa diperbaiki kemudian hari.



Pendaki Terlalu Percaya Diri
Biasanya type dan gaya seperti ini, tidak di lakukan secara berombongan, peralatan pun hanya membawa daypack atau tas pinggang, yang isinya tentu tak mendukung banyak dalam kegiatan pendakian. Biasanya berisi, rokok dan koreknya, mie instan satu bungkus, permen dan tissue!

Pendaki Ingin Sok Eksis
Suka meninggalkan jejak, dengan mencoret - coret dinding batu, dengan alasan, agar namanya terkenal!

Pendaki Foto Model
Pendaki yang suka berfoto pribadi menggunakan kamera atau kamera ponsel. Biasanya, jari tangan kanan yang muncul hanya dua jari dan tangan kiri hilang! Kemudian lidahnya pun terjulur keluar.

Pendaki Dekil
Dalam pendakian, berambut gondrong awut - awutan serasa jarang terjamah sisir, handuk kecil melingkar di leher, celana pendek, kaos kumal dan hanya satu tanpa persediaan, memakai sandal japit warna hijau atau merah.

Pendaki DJ
Pendaki yang biasanya suka membawa peralatan musik, mulai dari tape recorder, kaset dan cd. Kemudian sepanjang perjalanan, terdengar musik ber gedombrangan, berisik tetapi lumayan menghibur.

Pendaki Modis
Stok logistik lebih sedikit dibandingkan dengan stok pakaian dan make up nya.

Pendaki Srimulat
Gaya yang banyak di sukai, karena sepanjang perjalanan, dia akan terus mengheluarkan candaan - candaan lucu yang bisa sedikit melupakan rasa lelah.

Pendaki Kuli
Biasanya suka membawa barang dalam porsi banyak dalam tas ranselnya, mulai dari tenda dome, piring, kompor, jerigen, selimut, bantal, boneka dll

Pendaki Bayaran
Gaya seperti ini akan dengan senang hati disuruh mengumpulkan sampah, mendirikan tenda, memasak, asalkan sesampai di basecamp kembali, dia dibagi gratis stiker atau ongkos untuk naik kendaraan pulang. Sampah menjadi lahan duit bagi mereka.


Pendaki Pesolek
Setiap istirahat di lereng gunung, dia akan mengeluarkan seabrek peralatan dandannya, mulai dari bedak, lipstik, Cream malam, gunting kuku, rol rambut, pita, eye shadow, facial dll. Bahkan saat hendak turun pun tidak lupa membasahi rambutnya dengan minyak rambut.

Pendaki Kurang Kerjaan
Setiap mengadakan pendakian, baik sendiri maupun berombongan, tidak lupa membawa ayam hidup dengan alasan untuk dimasak di puncak gunung!

Pendaki Dukun
Setiap pendakian, tidak lupa memakai cincin batu akik, bunga tujuh rupa dan kemenyan, dengan harapan betemu dengan penunggu gunung dan diberi angka jitu.

Ada tambahan berdasar pengalaman pribadi? Silahkan di share kan.

Kalimat Bijak Para Petualang Dunia

Kalimat bijak para petualang dunia berikut ini lebih untuk memotivasi para petualang setelahnya. Apa yang kita lakukan adalah juga menganut motivasi dari orang lain selama motivasi itu baik dan benar. Tak ada salahnya kita jadikan acuan dalam berkegiatan, sehingga kegiatan petualangan yang kita lakukan tidak sekedar bersenang - senang untuk melepas penat dan bosan.

"Because it's there" ( karena ada ) -- George L Mallory, Pendaki Inggris.

George L. Mallory dan Andre Irvine

“It is not the mountain we conquer but ourselves.” ( Bukan gunung yang kita taklukkan, tetapi diri sendiri ) - Edmund Hillary dari Selandia Baru pendaki gunung Explorer Terkenal karena pertama kali yang berhasil mendaki Gunung Everest.
Edmund Hillary

"You don't have to be a fantastic hero to do certain things - to compete. You can be just an ordinary chap, sufficiently motivated to reach challenging goals." ( Tidak perlu menjadi pahlawan yang hebat untuk melakukan suatu hal, untuk bersaing anda hanya mendapat piala biasa. Cukuplah dengan motivasi untuk tujuan yang menantang ) -- Sir Edmund Hillary

"No mountain is worth even a finger or a toe to frostbite. Return home is real success. Summit is only bonus". ( Tidak ada gunung yang senilai jari tangan atau kaki. Rumahlah tempat kita kembali. Puncak hanyalah bonus ) --Alan Hinkes, Pemanjat tebing 8000 meter dari Inggris.
Alan Hinkes

“It was our preparation, knowledge and experience that kept us alive.” ( Ini adalah persiapan kami, pengetahuan dan pengalaman yang membuat kami hidup ) --Rachel Kelsey, pendaki Afrika Selatan kelahiran Inggris.

“There can be no happiness if the things we believe in are different from the things we do.” ( Tidak ada kebahagiaan, jika kepercayaan kita berbeda dengan yang kita lakukan ) --Freya Stark, pendaki Perancis pada yang hidup antara 1893 - 1993.
Freya Stark

Unusual travel suggestions are dancing lessons from God. ( Perjalanan yang tidak biasa, adalah menari di jalan Tuhan ) --Kurt Vonnegut, penulis Amerika.
Kurt Vonnegut

The mountains will always be there, the trick is to make sure you are too. ( Gunung - gunung akan selalu ada, ini untuk membuatmu yakin ) --Hervey Voge, pemanjat tebing.
Hervey Voge

You've climbed the highest mountain in the world. What's left ? It's all downhill from there. You've got to set your sights on something higher than Everest. ( Anda telah mendaki gunung tertinggi di dunia, apa yang tersisa? Semua menurun disana. Anda harus menetapkan pandangan anda pada gunung yang lebih tinggi dibanding Everest ) --Willi Unsoeld, pendaki Amerika pertama yang mencapai Everest.
Willi dan anaknya

"Near the foot of the mountain we visited a yogi who dwelled in a hollow tunneled beneath a boulder. He pondered our notion of climbing Shivling and said: "First travel, then struggle, finally calm." ( Didekat kaki gunung kami bertemu Yogi yang berdiam di sebuah lobang terowongan di bawah batu besar. Dia merenungkan kita mendaki Shivling dan berkata: Perjalanan pertama, kemudian berjuang, akhirnya tenang ) --Greg Child, pendaki, fotografer dan penulis dari Australia.
Greg Child

" - You guys going up ? - Yes, yes, we go up - You may be going a lot higher than you think!" ( Kalian naik? Ya kita naik. Anda mungkin akan jauh lebih tinggi dari yang anda pikirkan ) --Don Whillans, pendaki Inggris.
Don Whillans
Cintai alam sepenuh hati agar bumi bernafas kembali -- Belantara Indonesia. <<-- Bonus!

Apakah Anda Pendaki Gunung Senior??

Pendaki gunung senior dan yunior sering kita dengar terungkap di berbagai forum online atau dalam kalangan para pendaki gunung pada umumnya. Terasa sekali ada perbedaan dan kesenjangan. Bila Anda pendaki yang kata orang yunior, maka Anda akan lebih berperilaku sedikit segan dengan pendaki yang Anda anggap senior. Kemudian, apa tanda - tanda bila Anda pendaki gunung senior?



Biasanya perhitungan tersebut hanya dari sebuah hitungan kasar, jumlah gunung dan gunung mana saja yang pernah didaki oleh seorang pendaki. Bila jumlahnya banyak, atau gunung - gunung yang pernah didaki termasuk gunung impian, maka otomatis dia Anda hitung juga sebagai pendaki senior. Benarkah?

Tentu saja tidak. Pengakuan sebagai pendaki senior, menurut kami adalah kemampuan seseorang dalam pendakian gunung, menerapkan peralatan yang mendukung sebuah pendakian dalam semua rute. Termasuk membaca peta, penilaian kontur wilayah yang akan di jejak, perhitungan medan dan lingkungan gunung.

Sering kita menemui, seorang pendaki senior memandu pendakian, karena jalur gelap, sedangkan banyak pohon dan semak bertumbangan, dia akan menebak - nebak jalan, dengan alasan, jalur tersebut dahulu lewat sana!..Perhitungan yang salah bukan? Bukan lagi saatnya alam bisa ditebak.

Jadi, walau gunung yang baru didakinya jumlahnya hanya 4 buah gunung, tetapi dalam pendakiannya dia pandai menerapkan peralatan, pandai membaca peta, pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan, dia termasuk pendaki gunung senior. Masih yunior apabila dalam pendakiannya di 100 gunung, dia hanya naik dan turun tanpa ada yang dia perbuat. Saat di tanya, jawabnya hanya: Lelah gan!

Jangan malu apabila Anda di tanya, "Berapa gunung yang telah kamu daki?" Tetapi tertunduklah malu apabila ditanya," Apa yang kamu peroleh dari pendakian?" Dan Anda jawab: Tidak ada!

Banyak sebenarnya hitungan untuk menjadi seorang pendaki senior, mungkin berlanjut di artikel selanjutnya. Tetapi yang bisa kami yakini, seorang pendaki senior mendapat gelar tersebut bukan karena jumlah gunung yang pernah didaki dan gunung apa saja, tetapi perilaku dan penerapan diri dan alat pendakian pada alam.

Ekspedisi Perempuan Petualangan Indonesia

Dunia petualangan sering diidentikkan dengan laki - laki. Seolah - olah keberhasilan ekspedisi hanya dimonopoli kaum adam. Padahal, bila disimak lebih teliti, kaum hawa pun menyimpan segudang prestasi petualangan yang patut diacungi jempol. Yang pasti semangat Kartini juga mampir dalam dunia petualangan Indonesia. Dan mereka berhasil memberi bukti: bukan sekadar pelengkap ekspedisi.




Bila mau bukti, silakan telusuri prestasi perempuan Indonesia. Dengan semangat tinggi, mereka mampu berbicara di tingkat mancanegara. Sayang, belakangan ekspedisi khusus putri Indonesia terus menyurut. Akhirnya, mereka pun sepi dari pemberitaan.

Sebetulnya, petualangan putri kita nggak vakum begitu saja. Masih tetap ada petualangan mereka, meski skup-nya dalam negeri,” ujar Dwi Astuti – petualang putri senior. Ia menilai, walau tak ada lagi tim cewek yang berhasil menggelar ekspedisi petualangan ke luar negeri mereka masih tetap jalan - jalan di seantero Nusantara. Buktinya, masih cukup banyak petualang perempuan yang tergabung dalam sebuah tim ekspedisi klub atau kelompok pencinta alam. 

Boleh jadi pemberitaan petualangan para perempuan ini menjadi sepi lantaran prestasi menyambangi pelosok Nusantara dianggap ”biasa - biasa” saja. Maklum, petualangan ke mancanegara seringkali dianggap sebagai standar mutu keberhasilan dan patokan prestasi. Atau kemungkinan lain, para petualang – pelaku kegiatan – itu agak malas menulis di media massa.

Kalau menyimak tayangan televisi, pendapat Dwi Astuti ada benarnya. Sebuah televisi swasta yang menginduk kepada grup penerbitan terkemuka Indonesia secara rutin menayangkan program petualangan ke pelosok negeri tercinta. Di situ, digambarkan bagaimana seorang perempuan petualang menjelajahi tempat-tempat yang menggetarkan hati. Yang terasa kurang si petualang putri hanya menjadi sebuah simbol program acara dan tim yang membantunya masih didominasi laki - laki.

Bukti lain, pada tahun ini Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia ( Mapala UI ) juga sudah menyiapkan ekspedisi putri. Rencananya pada September – November mendatang, mereka bakal menelusuri dan mencari gua - gua baru di kawasan Maros, Sulawesi Selatan. Biar skalanya lokal tapi paling tidak ini bisa jadi bukti bila tim putri masih eksis dalam dunia petualangan kita.

Ujung - ujungnya Dana

Keluhan paling kencang dalam menggelar ekspedisi khusus putri adalah masalah dana – sebetulnya ini menjadi masalah bersama dalam dunia petualangan secara umum. Gara - gara seret mendapat sponsor, ekspedisi putri Indonesia ke Gunung Everest harus jalan di tempat. Puncak tertinggi di dunia ( 8.848 meter ) memang sudah berhasil dijejaki laki - laki Indonesia pada 1997. Sebelumnya, sempat tersiar kabar bahwa pendaki putri kita, Clara Sumarwati berhasil meraih tripod Everest. Sayang banyak kalangan meragukan keberhasilan ekspedisi tersebut.

Dari tahun 1993 – 2003, saya masih ngejalanin proposal untuk pendakian putri ke Everest,” kata Dwi Astuti. Wiwi – sapaan ibu tiga anak ini – memang belum berhasil menggaet sponsor tetapi ia masih tetap bersemangat. Perempuan berusia 47 tahun ini tetap menyimpan cita - cita: menjadi anggota pendaki dan meraih tripod Everest.

Dana yang dibutuhkan untuk ekspedisi putri ke Everest nilainya mencapai 4 milyar rupiah. Hitung - hitungan kasar yang diberikan Wiwi itu untuk memberangkatkan 8 pendaki plus 4 anggota pendukung. ”Biar susah cari sponsor, aku tetap gigih ( mencari dana ). Aku dan teman - teman yang lain tetap latihan fisik seminggu sekali, minimal joginglah,” jelas Wiwi.

Dunia petualangan memang sepi dari sorak sorai penonton. Alasan inilah yang dianggap para sponsor tidak menguntungkan bagi mereka. Daya jual petualangan pun menjadi lemah. Apalagi bila para sponsor itu membandingkannya dengan pentas musik – yang jauh lebih ramai dan menguntungkan. ”Manusia - manusia petualangan memang dituntut jeli untuk merayu sponsor,” tukas Wiwi.

Selain dana, kesibukan para pendaki jadi kendala berikut. Petualang putri senior yang sudah malang-melintang makin tenggelam dengan rutinitas kerja dan kesibukan mengurus keluarga. Ini dirasakan oleh Amalia Yunita ( 36 ), petualang putri yang sekarang sibuk mengurus usaha wisata petualangan arung jeram. Sedang untuk menggelar ekspedisi serius komposisi paling pas adalah meramu antara muka - muka lama dan baru. Tak terlalu pincang dan tetap ada proses regenerasi.

Regenerasi menjadi penting, sebab tak banyak perempuan Indonesia yang bercita - cita menjadi petualang sejati. Terlebih kegiatan berpetualang dilakukan untuk mengisi waktu senggang saat kuliah. ”Biasanya ( masa aktif ) paling mentok dua tahun,” sebut Diah Bisono, petualang senior yang juga anggota Mapala UI.
Setelah dua tahun itu, mereka sudah disibuki dengan kuliah yang harus cepat beres, serius pacaran dan lainnya. Jadi jangan heran - pada masa itu - Diah pun mengaku sulit mengumpulkan petualang yang mau berekspedisi dalam satu tim khusus putri yang makan waktu lama dan simultan.

Heni Juhaeni – pemanjat putri dari Bandung mengatakan bahwa ada pergeseran di tengah petualang putri kita. Mereka tampaknya lebih mengejar sisi kompetisi ketimbang berkecimpung di arena petualangan. Paling gampang soal pemanjatan tebing. Terlebih cabang ini sudah resmi dipertandingkan dalam Pesta Olahraga Nasional ( PON ).

Tampaknya, kita masih harus bersabar menanti bergulir kembali ekspedisi putri Indonesia. Moga - moga, semangat Kartini tak pernah padam di benak mereka. Mari kita doakan semua usaha ke arah sana.

Tuhan Selalu Ada Di Puncak Gunung

Tuhan Selalu Ada Di Puncak Gunung dan sebaiknya kita selalu ingat akan hal tesebut. Sebagai titik awal artikel ini, sering kita mendengar atau bahkan kita mengucapkan dua kata: Salam Lestari! Salam yang terkadang mengobarkan semangat kita dan ada juga yang cenderung mensakralkan dua kata tersebut bagi para pendaki gunung atau penggiat alam terbuka.


www.belantaraindonesia.org

Ada sebuah kesadaran terbangun dalam kalimat tersebut. Ada sebuah kebanggaan. Ada sebuah semangat. Ada sebuah tujuan suci. Ada cita - cita mulia. Namun apakah itu semua ada? Ataukah yang ada hanya sebuah kesadaran yang semu dalam kalimat itu?

Apakah dengan meneriakkannya meniscayakan keberadaan kelestarian? Apakah kita sadari atau tidak,dua kata itu agak bermakna dogmatis? Atau apakah terpahamkan kelestarian dalam kata itu? Apakah arti kelestarian sebenarnya? Apakah tersandarkan sebuah kebanggaan, semangat dan tujuan akan kelestarian pada dua kata dogmatis itu?

Tidak sedikit dualitas - dualitas yang dengan sadar atau tidak kita lakukan dalam perilaku kita. Terkadang tercerminkan satu nilai pada perilaku kita, namun pada perilaku lain berkontradiksi dengan nilai yang awalnya ingin kita bangun.

Apakah lestari itu dengan mendaki puncak tertinggi yang paling sulit dilakukan? Maka “Salam Lestari” terdengar seperti seorang penakluk, dengan semangatnya menggetarkan puncak gunung ketamakan. Apakah lestari itu ketika digunung kita bersama - sama bersaudara, namun jauh ketika dibawah gunung kita bersama - sama berperang satu sama lain?

Maka “Salam Lestari” terdengar seperti sampah yang kita tinggalkan dipuncak gunung. Inikah lestari alam kita? Kita meng - alam atau alam meng - kita? Kaum Pagan lebih tahu itu dari kita. Tempat kita sekarang ini apakah bukan alam yang kita maksud? Mengapa kesadaran kita ini menjadi begitu mengasingkan diri dari dirinya, dari keberadaannya?

Struktur - struktur ini telah begitu mengacaukan pandangan kita saat kita dibawah gunung. Ada tuntutan - tuntutan peran yang kita mainkan secara tidak sadar, membentuk dan mendeterminasi kebanyakan perilaku kita ketika pulang dari puncak gunung. Terbentuk dan terdeterminasi oleh kesombongan akan pengalaman, sifat keras dan sangar akan kehidupan, dan ini membentuk sebuah identitas yang selanjutnya dijadikan komoditas oleh pedagang - pedagang penampilan.

Marilah coba kembali mendaki gunung ego kita, bersihkan sampah - sampah ketamakan yang berhamburan disana - sini. Sebelum mendaki gunung sebenarnya. Naik bersama orang - orang dan menjadi bersaudara, pulang pun tetap menjadi bersaudara.

Dan ketika telah sampai di puncak trangulasi cinta, lihatlah alam dibawah kaki kita, begitu indahnya, begitu “Lestari”. Dan dapatilah dirimu melihat dengan mata Tuhan, di puncak trangulasi cinta, ketika telah kau bersihkan sampah ketamakan dan kesombongan dipuncak itu. Tuhan selalu ada di puncak gunung. Berdirilah dan lihat sekeliling, tiga ratus enam puluh derajat, berputarlah melihat sekitarmu, apakah kini kau dapati makna lestari itu?

Dari sebuah keindahan hubungan antara diri kita dengan alam. Tuhan meminjamkan mata-Nya. Lihatlah alam dibawah sana, tiada nampak jelas perbedaan-perbedaan itu. Putih - gelap, adil - zalim, baik - jahat, cantik - jelek, tinggi - pendek, kaya - miskin, cerdas - bodoh, dan segala perbedaan - perbedaan alam dibawah sana, sama sekali tidak terpahami, yang ada hanya kekaguman akan keindahan pemandangan itu.

Diatas puncak gunung inilah Tuhan meminjamkan mata - Nya. Segala perbedaan hakikatnya hanyalah gradasi - gradasi keindahan yang terpancar dari puncak gunung ini. Begitu indah jika kau lihat dengan mata - Nya.

Namun hidup kita tak sempurna disini. Kita mesti turun dari puncak gunung ini, menghadapi kehidupan alam dibawah sana, jauh dibawah sana, dengan segala perbedaan - perbedaan menanti untuk menggerus cara pandang kita dengan mata Tuhan yang sempat dipinjamkan. Mau tidak mau kita mesti menghadapi buasnya diri kita, ketamakan itulah yang mesti kita takuti, yang akan membuat semu pandangan itu.

Lestarilah alam kita, tempat kita, yang ada didalamnya hidup. Lestarikan alam hati kita, yang lebih buas itu, karena kita alam yang hidup dalam alam. Itulah sebabnya, sedikit yang menyadari, ketidak seimbangan alam ini, bukan hanya karena ketidak harmonisan kita dengan alam, namun lebih dari itu ketidak seimbangan alam ini karena ketidak harmonisan diri kita terhadap alam hati diri kita, terhadap Tuhan dan diri kita.  src

Perempuan Muda Perkasa Di Ujung Indonesia

Mesin perahu itu meraung - raung membelah gelombang di perairan laut Teluk Bintuni. Penumpang di dalamnya terlihat kelelahan di bawah terik Matahari yang menyengat perairan Papua Barat. Di antara penumpang terdapat perempuan - perempuan muda berusia dua puluh tahunan.


www.belantaraindonesia.org
Ibu guru Erlyn Stevanie Rosalyn, mengajarkan muridnya di kelas di satu sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Saat anak paham apa yang diajarkannya membuat dia semangat mengajar.
Wajah mereka ditundukan untuk menghindar cahaya Matahari langsung. Kerudung mereka melambai - lambai tertiup angin laut. Dua jam lebih mereka terombang - ambing gelombang, tapi tujuan masih jauh. Mereka hendak ke distrik Arandai tempat pelatihan bagi guru - guru muda seperti mereka.

Ya, mereka adalah guru - guru muda yang mau mengabdikan dirinya mengajar di daerah terpencil di  wilayah kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Baru enam bulan mereka mengajar di Sekolah Negeri Taroi. Asal mereka dari Jawa Timur, tepatnya kota Malang.

Selepas dari Universitas Muhammadiyah Malang mereka mendapat tawaran untuk menjadi guru di daerah terpencil. “Tawaran pertama adalah mengajar di Papua, langsung saya ambil. Kalau tawaran pertama di Kalimantan saya ambil Kalimantan”, cerita ibu guru Erlyn Stevanie Rosalyn, 23 tahun, saat ditanya bagaimana bisa mengajar di wilayah terpencil.

www.belantaraindonesia.org
Ibu guru Yeni Widyaningrum, harus melewati lautan lumpur saat laut menyurut untuk ke tempat perahu bersandar di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat
Erlyn bersama lima orang teman yang lain dari kota Malang di Jawa Timur terinspirasi oleh gerakan Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal ( SM3T ). Informasinya mereka peroleh dari grup di jejaring sosial Facebook.

Cerita teman - teman mereka lewat jejaring sosial tentang pengalaman mengajar di berbagai pelosok Indonesia menggerakkan hati mereka untuk berperan serta di Papua.

Sudah ada tekad dari awal, jadi langsung ikut tes waktu ada peluang menjadi guru di Papua. Ini kesempatan mengajar di luar pulau Jawa. Ikut sudah!”,  jelas Yeni Widyaningrum, 23 tahun, guru muda teman Erlyn.

Walau belum setahun penuh di tempatkan di Teluk Bintuni bicara mereka sudah berlogat Indonesia Timur. Untuk satu tahun belakang ini sedikitnya ada 50 orang guru yang direkrut untuk mengajar di berbagai distrik di kabupaten Teluk Bintuni. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Semangat mereka mengajar tak diragukan lagi. Lihat saja sore itu, mereka harus berjalan kaki ratusan meter ke tengah laut yang sedang surut untuk mencapai perahu yang akan mengantar mereka ikut pelatihan guru. Mereka tak mengeluh harus berjalan di atas lumpur yang membenamkan kaki mereka sampai ke betis. Selanjutnya harus menghadang gelombang berjam - jam selama perjalanan.

www.belantaraindonesia.org
Para ibu guru muda cepat akrab dengan murid walau belum setahun mengajar di SD Negeri Taroi, kabupaten Teluk Bintuni – Papua Barat.
Apa rahasianya agar bisa tetap menjaga semangat mengajar di daerah yang sulit terjangkau? Selain tekad yang kuat ternyata ada hal lain, yaitu murid - murid mereka sendiri. “Senyum mereka itu tulus gitu, lho. Menjadi semangat mengajar itu juga”, jelas Yeni sambil tersenyum. Erlyn menambahkan,

Saya mengajar IPA, ketika praktikum di kelas saat anak - anak sudah bilang 'Oooo...' , saya senang sekali! Berarti mereka paham, saya jadi semangat mengajar.”

Kehadiran mereka tak sia - sia. SD Negeri Taroi tempat mereka mengajar peringkat Ujian nasionalnya naik dari peringkat ke- 40 menjadi peringkat ke-11 dari seluruh sekolah dasar yang ada di kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Ini prestasi yang membanggakan bagi mereka.

Begini, untuk kelas enam kemarin memang kita gembleng. Kalau pagi mereka sekolah, sore mereka les dengan guru mata pelajaran masing - masing. Malamnya baru private di rumah. Dari situ tiap hari kita gembleng”, jelas Erlyn bersemangat.

Beberapa orangtua mereka sempat menyatakan tak setuju. “Anak saya ini pagi sudah sekolah, sore les, malam disuruh belajar lagi, kapan bantu orangtuanya?” kenang Erlyn akan ucapan orangtua murid yang protes.

Tapi ketika anak - anaknya lulus dengan hasil memuaskan, ooo... ternyata selama ini bermanfaat”, tambah Erlyn lagi. Yang lebih membanggakan lagi salah seorang siswa mereka, Soleh, hasil Ujian Nasionalnya menempati peringkat ketiga dari seluruh siswa SD di kabupaten Teluk Bintuni. “Anak itu memang pintar”, kagum guru muda itu.

Saat ditanya sampai kapan mereka mengajar di daerah yang sulit terjangkau seperti Taroi? “Kalau kita masih diperlukan dan diperpanjang ya Insya Allah kita juga mau diperpanjang.  Kalau nanti misalnya ada tes calon penerimaan pegawai negeri sipil kita insya Allah juga mau ikut. Ikuti jalannya saja sudah!” Begitulah Yeni menjelaskan dengan logat Jawa bercampur logat Indonesia Timur.

Negeri ini akan cepat maju jika semakin banyak anak - anak muda seperti Yeni dan Erlyn yang mengajar di tempat - tempat terpencil di pelosok - pelosok. Karena kunci kemajuan sebuah bangsa adalah pendidikan. Keberanian dan semangat guru - guru muda ini semoga bisa  memberi inspirasi kaum muda yang lainnya untuk berkarya di pelosok - pelosok negeri ini.  NG

Ungkapan Cinta Sang Pendaki

Ungkapan Cinta Sang Pendaki dan juga bisa jadi adalah ungkapan cinta Anda semua. Ungkapan cinta terhadap kekasih yang benar - benar Anda cintai lahir serta batin. Dimanapun kekasih Anda berada, sejauh apapun jarak yang memisahkan Anda, tetapi cinta seharusnya tetap ada dan membuat dekat.


www.belantaraindonesia.org

Jangan katakan pada dinginnya Merbabu bahwa aku satu - satunya orang yang menyayangimu....

Jangan katakan pada terjalnya Merapi bahwa aku satu - satunya orang yang pantas untukmu.....

Jangan katakan pada tingginya Semeru bahwa aku satu - satunya orang yang bisa membahagiakanmu....

Jangan katakan pada gelapnya Lawu bahwa aku satu - satunya orang yang ada di harapanmu...

Jangan katakan pada sejuknya Sindoro, nyamannya Sumbing dan tentramnya Slamet bahwa aku satu - satunya orang yang engkau butuhkan.....

Aku mohon padamu katakanlah pada indahnya Rinjani bahwa aku satu - satunya orang yang tidak pernah membuatmu menangis dan mencintaimu sampai akhir hayat....

Perbedaan itu yang menyatukan kita .........src

Ketika Pendaki Bertasbih

Ketika Pendaki Bertasbih, menyebut dan melafadzkan nama - Nya, Tuhan Sang Pemilik Mayapada. Ingatkah akan hal tersebut saat kita sedang kelelahan mendaki tingginya gunung? Andaikata lupa atau tak lagi sempat menurut kita, coba perhatikan pepohonan di sekitar kita saat kita berjalan. Saat angin bertiup, pepohonan itu akan bergoyang ke kiri dan kanan.


www.belantaraindonesia.org

Bila diperhatikan secara seksama, pohon yang bergerak itu memiliki kemiripan dengan orang yang sedang berdzikir, menggerakkan kepala ke kanan ke kiri. Dan memang benar, pohon itu sebenarnya memang sedang berdzikir, tapi kita sendiri yang tidak mengetahuinya.

Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia - lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”( QS. Ash-Shaff:1 )

"Langit yang tujuh, Bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji - Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". ( QS. Al-Israa':44 )

Dan itulah salah satu contoh bahwa semua yang ada di alam semesta ini bertasbih kepada Allah. Ya, Semuanya. Matahari, Bulan, daun, burung dan alam semesta ini.

Matahari bertasbih kepada Allah dengan memberikan kehangatan dikala kita baru saja terbangun di pagi hari. Burung - burung bertasbih dengan kepakan sayap - sayapnya dan kicauan - kicauannya. Alam semesta bertasbih dengan segala keteraturan, keindahan, pesonanya yang semua menjelaskan bagaimana keagungan Allah Azza wa Jalla.  Dan semua itu akan bertasbih hingga akhir zaman.

Dari semua hal itu muncullah pertanyaan, Sudahkah kita bertasbih kepada Allah SWT? Pantaskah kita tidak bersyukur dan bertasbih? Padahal kita ini manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik - baiknya. Di amanahkan akal, jasad dan ruh, lengkap. Tidakkah kita malu dengan makhluk lain yang senantiasa bersyukur. Sedangkan kita, makhluk yang katanya 'terbaik' namun enggan atau tidak bertasbih dan berdzikir kepada Allah.

Kita manusia pendaki yang sering teramat dekat dengan alam ciptaan Tuhan, dan sering pula kita menyaksikan Manakala Alam Bertasbih. Sudah saatnya Pendaki pun Bertasbih saat berada di tingginya gunung dan di tengah alam terbuka.

www.belantaraindonesia.org
Credit Photo Keajaiban Islam
Pendakian gunung bersama teman adalah suatu bentuk kesenangan dan kegembiraan, dan di tengah rasa itu, ingatlah akan Tuhan Sang pemberi Kegembiraan. Bertasbih pada - Nya adalah salah satu jalan yang bisa kita lakukan.

Untuk setiap kenikmatan yang tak pernah kau raih..
Untuk setiap kesenangan yang tak bisa kau rasakan..
Untuk setiap tawa suka yang menghibur diri..
Sanggupkah kau bertasbih ?

Untuk setiap waktu yang engkau buang percuma…
Untuk setiap harta yang tlah kau sia - siakan belaka…
Untuk setiap cita - cita, harapan dan asa yang tak kau usahakan…
Sanggupkah kau bertahmid ?

Untuk setiap perselingkuhan hati yang sering kau nikmati..
Untuk setiap percabangan kemauan yang kau jalani..
Untuk setiap pujamu pada kemampuan diri..
Sanggupkah kau bertahlil ?

Untuk setiap kegagalan dalam usahamu..
Untuk setiap kesalahan yang kau buat..
Untuk setiap kekurangan yang kau lakukan..
Sanggupkah kau bertakbir ? 
 Bentang keindahan menghujani pelupuk mata, keindahan danau diapit bukit, titik puncak tinggi di pulau - pulau seberang, deretan Edelweis, kontur terjal hijau menghampar, air terjun, awan berbulu domba bersama kecantikan Matahari melukis langit, mengajak setiap manusia yang menyaksikan untuk selalu bertasbih akan kebesaran - Nya. ( Rinjani Februari 1998 )

Mendaki Gunung itu Seni dan Keindahan

Mengapa Suka Mendaki Gunung? Banyak alasan - alasan mengapa suka mendaki gunung. Dan di antara ribuan alasan, tentu ada beberapa alasan yang lebih logis dibanding sekedar mendaki gunung hanya untuk menjamu kesenangan pribadi. Dan berikut ini mungkin beberapa alasan yang sama dengan lasan Anda semua, mengapa suka mendaki gunung.


www.belantaraindonesia.org


  • Hobi berpetualang.
  • Udara pegunungan yang bersih membuat paru - paru berterima kasih.
  • Suara alam di tengah kesunyian malam yang sebenarnya.
  • Perhiasan langit yang selalu nampak jelas di malam hari.
  • Bisa mengenal teman jauh lebih dekat. Merajut persaudaraan.
  • Bertemu orang - orang baru layaknya sahabat yang lama tak jumpa.
  • Membakar kalori dan menurunkan sedikit berat badan.
  • Sehat!
  • Kenikmatan secangkir kopi di tengah dinginnya kabut pagi.
  • Selalu mendapat mood positif.
  • Menenangkan hati dan pikiran.
  • Mengajarkan bahwa kita itu sangatlah kecil dibandingkan alam, apalagi penciptanya.
  • Melatih mental dan fisik.
  • Tidak pernah menyesal untuk pergi, dan selalu ingin kembali.
  • Suka berjalan di alam, tanpa destinasi.
  • Melihat hal - hal yang mungkin orang lain tidak pernah melihatnya. Padang savana dengan bunga Edelweiss, danau dan air terjun yang belum terjamah, langit yang menggelora, barisan bintang bersama bimasakti dan masih banyak lagi
  • Senin, 23 September 2013

    Surga Di kaki Selatan Gunung Rinjani

    Surga Di Kaki Selatan Gunung Rinjani itu adalah Tetebatu di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Lihatlah pemandangan alamnya. Anda akan betah dan tak mau kemana - mana lagi, berharap waktu berhenti di Tetebatu. Sejauh mata memandang, Anda hanya akan melihat keindahan nuansa pegunungan di Tetebatu.


    www.belantaraindonesia.org

    Dari tempat ini terbentang pemandangan ke arah selatan Lombok, Gunung Rinjani di utara dan pemandangan laut saat menoleh ke arah timur. Tetebatu adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk wisatawan yang penat dan bagi yang ingin sementara singgah untuk meneruskan liburan di daerah Lombok Tengah.

    Suhunya yang dingin, membuat Tetebatu senantiasa sejuk. Langitnya seringkali ditutupi awan, Matahari tidak pernah memancar dengan kuat. Redup dan tenang. Dengan nuansa alam seperti ini, sawah di Tetebatu cocok untuk bertani tembakau dan padi.

    Bagi yang suka berenang, acuhkan sementara dinginnya air di Tetebatu. Anda wajib menikmati berenang di sungai yang berkelok selepas trekking di kaki Rinjani untuk relaksasi. Suasana pedesaannya yang masih kental membuat Tetebatu tak pernah bisa dilupakan. Desa wisata ini berada di 700 Mdpl.

    Jika ingin menikmati keindahan Tetebatu dengan lengkap, Anda bisa menyewa sepeda kepada masyarakat setempat. Atau jika ingin lebih tradisional, Anda bisa naik Cidomo menikmati keindahan suasana. Selain pemadangannya yang memukau, Tetebatu yang mayoritas dihuni oleh orang Suku Sasak ini juga dikenal dengan atraksi budayanya yang menarik.

    Ritual - ritual tradisional masih sangat kental dilakukan di sini. Tidak itu saja, masyarakat Sasak di Tetebatu juga dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan yang sangat laku di pasaran.

    Wisatawan yang singgah di Tetebatu, biasanya juga akan mengunjungi air terjun Jukut atau yang juga sering disebut sebagai air terjun Jeruk Manis. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 40 meter dengan curah air yang sangat besar dan jernih. Objek wisata yang menyegarkan ini berada di kaki gunung Rinjani tepatnya di sebelah selatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani.

    Menurut cerita yang turun temurun, air terjun ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit terutama juga berkhasiat untuk menyuburkan rambut. Untuk pengobatan penyakit, biasanya dilakukan dengan ritual tradisional yang dipimpin oleh seorang Pemangku.

    www.belantaraindonesia.org

    Bagi yang ingin sekedar bermain, Anda bisa berenang sepuasnya disini. Air terjun Jukut merupakan titik awal yang biasa digunakan para pendaki untuk naik ke Puncak Rinjani, oleh karenanya jika Anda ingin kesini, Anda harus berjalan kaki selama satu setengah jam dari Tetebatu. Dengan pemandangan alam yang indah, perjalanan Anda tidak akan terasa melelahkan.

    Selain air terjun Jukut, Anda harus mampir ke air terjun yang kedua yakni air terjun Joben yang terletak di barat lau Tetebatu. Berbeda dengan air terjun Jukut yang aliran airnya deras, di Joben airnya tidak terlalu besar. Cocok bagi yang hanya ingin duduk menikmati keindahan alam.

    Jika Anda ingin datang ke Tetebatu, Anda harus naik bus dari terminal utama di Mataram ke Pomotong yang jaraknya 12 km dari Tetebatu. Dari Pomotong, Anda bisa naik bemo ke Kotaraja diteruskan dengan Cidomo ke Tetebatu. Jika ingin mudah, Anda harus menyewa taksi atau mobil dengan biaya Rp. 300 ribu.